Istilah desil belakangan ini semakin sering terdengar, terutama saat pemerintah menyalurkan berbagai program bantuan sosial. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apa sebenarnya arti desil, mengapa ada Desil 1 hingga Desil 10, dan apakah setiap desil berhak menerima bantuan dari pemerintah?
Secara sederhana, desil adalah pembagian kelompok masyarakat menjadi 10 bagian yang sama besar berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Pembagian ini dilakukan agar pemerintah dapat lebih mudah menentukan sasaran program bantuan, subsidi, maupun kebijakan sosial lainnya.
Setiap desil mewakili sekitar 10 persen dari jumlah penduduk. Semakin kecil angka desil, maka tingkat kesejahteraan ekonominya cenderung lebih rendah. Sebaliknya, semakin besar angka desil, maka kondisi ekonominya umumnya lebih baik.
Berikut penjelasan masing-masing kelompok desil:
Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial karena dianggap paling membutuhkan.
Desil 2 berisi masyarakat yang kondisi ekonominya sedikit lebih baik dibanding Desil 1, namun masih tergolong rentan dan masih menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial.
Desil 3 terdiri dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Pada beberapa program pemerintah, kelompok ini juga masih dapat menjadi penerima bantuan apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Desil 4 merupakan kelompok yang berada di batas antara masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Sebagian program bantuan masih mempertimbangkan kelompok ini sebagai penerima manfaat.
Desil 5 berada di kelompok menengah. Tidak semua program bantuan sosial mencakup kelompok ini karena tingkat kesejahteraannya dinilai lebih baik dibanding empat desil sebelumnya.
Desil 6 hingga Desil 8 umumnya merupakan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah hingga menengah atas. Kelompok ini biasanya tidak menjadi prioritas dalam program bantuan sosial yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu.
Desil 9 terdiri dari masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi.
Sementara itu, Desil 10 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi dibanding kelompok lainnya.
Perlu dipahami bahwa status desil bukan ditentukan berdasarkan gaji atau penghasilan saja. Pemerintah menggunakan berbagai indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan masyarakat, seperti kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan dasar. Karena menggunakan banyak indikator, seseorang yang memiliki penghasilan hampir sama dengan orang lain belum tentu berada pada desil yang sama.
Selain itu, status desil juga dapat berubah seiring perubahan kondisi ekonomi keluarga. Jika pendapatan meningkat, memiliki aset baru, atau terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi lainnya, posisi seseorang dalam kelompok desil bisa saja naik atau turun setelah data diperbarui oleh pemerintah.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa berada pada Desil 1 hingga Desil 4 tidak otomatis menjadi penerima bantuan sosial. Penyaluran bantuan tetap bergantung pada jenis program, persyaratan yang berlaku, serta hasil verifikasi dan validasi data oleh pemerintah. Oleh karena itu, desil sebaiknya dipahami sebagai alat untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat, bukan sebagai jaminan seseorang akan menerima bantuan.