Banyak pemilik website mengetahui jumlah pengunjung yang datang ke situs mereka, tetapi belum tentu mengetahui kata kunci apa yang digunakan orang ketika menemukan website tersebut di Google. Padahal, informasi mengenai keyword bisa menjadi salah satu data paling penting untuk mengembangkan strategi SEO.
Dengan mengetahui keyword yang membawa pengunjung dari Google, pemilik website dapat memahami apa yang sebenarnya dicari audiens, artikel mana yang mulai mendapatkan perhatian, serta peluang keyword apa yang masih bisa dikembangkan.
Salah satu cara paling mudah untuk melihatnya adalah menggunakan Google Search Console.
Apa Itu Keyword dalam Pencarian Google?
Keyword adalah kata atau frasa yang diketik pengguna pada mesin pencari ketika mencari informasi tertentu.
Misalnya seseorang mengetik:
“cara membuat website muncul di Google”
Google kemudian menampilkan sejumlah halaman yang dianggap paling relevan. Jika salah satu halaman website kita muncul dan kemudian diklik oleh pengguna, keyword tersebut akan tercatat dalam data Search Console.
Dalam Google Search Console, istilah yang sering digunakan untuk data pencarian adalah Queries. Query merupakan kata atau kalimat yang digunakan pengguna ketika melakukan pencarian di Google.
Menariknya, pemilik website tidak perlu menebak keyword tersebut. Google Search Console dapat menunjukkan data pencarian yang benar-benar terjadi.
Cara Melihat Keyword Website di Google Search Console
Untuk melihat keyword yang membuat website muncul di Google, pertama-tama masuk ke akun Google Search Console yang terhubung dengan website.
Setelah masuk, pilih properti atau website yang ingin dianalisis.
Kemudian pilih menu:
Performance → Search results
Pada halaman tersebut, Google akan menampilkan berbagai data mengenai performa website di hasil pencarian.
Beberapa metrik utama yang akan terlihat adalah:
- Clicks
- Impressions
- CTR
- Average position
Di bawah grafik biasanya terdapat tabel Queries.
Nah, bagian inilah yang paling menarik.
Pada tabel Queries, kita bisa melihat berbagai keyword atau pencarian yang digunakan pengguna sehingga halaman website kita muncul di Google.
Memahami Data Keyword di Search Console
Jangan hanya melihat daftar keyword. Empat metrik yang tersedia di Search Console juga perlu dipahami karena masing-masing memberikan informasi berbeda.
1. Clicks
Clicks menunjukkan berapa kali pengguna mengklik website kita setelah melihatnya di hasil pencarian Google.
Misalnya sebuah keyword mendapatkan 10 clicks. Artinya, dari pencarian yang tercatat dalam periode tersebut, website mendapatkan 10 kunjungan melalui hasil pencarian Google.
Semakin banyak clicks, biasanya semakin besar pula potensi trafik dari keyword tersebut.
Namun clicks bukan satu-satunya data yang penting.
2. Impressions
Impressions menunjukkan berapa kali halaman website kita muncul atau ditampilkan dalam hasil pencarian Google.
Misalnya sebuah artikel mendapatkan 100 impressions tetapi baru menghasilkan 3 clicks.
Jangan langsung menganggap artikel tersebut gagal.
Justru 100 impressions menunjukkan bahwa Google sudah mulai menampilkan halaman tersebut kepada pengguna untuk keyword tertentu.
Ini bisa menjadi peluang untuk melakukan optimasi.
3. CTR
CTR atau Click Through Rate menunjukkan persentase pengguna yang mengklik website setelah melihatnya di hasil pencarian.
Secara sederhana:
CTR = Clicks ÷ Impressions × 100%
Misalnya sebuah keyword mendapatkan 200 impressions dan 10 clicks.
Maka CTR-nya adalah 5 persen.
CTR dapat memberikan gambaran apakah judul dan tampilan halaman kita cukup menarik ketika muncul di Google.
Jika impressions sudah cukup tinggi tetapi clicks masih rendah, salah satu hal yang dapat dievaluasi adalah judul artikel dan meta description.
4. Average Position
Average position menunjukkan posisi rata-rata halaman website dalam hasil pencarian Google untuk keyword tertentu.
Semakin kecil angkanya, semakin tinggi posisi halaman tersebut.
Misalnya:
Position 3 berarti halaman memiliki rata-rata posisi yang sangat baik.
Sementara position 25 menunjukkan halaman masih berada di sekitar halaman kedua atau lebih rendah, tergantung jenis hasil pencarian.
Data posisi ini sangat berguna untuk menentukan keyword mana yang layak mendapatkan perhatian lebih.
Keyword dengan Impression Kecil Jangan Diabaikan
Ini salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemilik website.
Ketika melihat sebuah keyword hanya mendapatkan beberapa impressions, mereka menganggap keyword tersebut tidak penting.
Padahal, untuk website yang sedang berkembang, beberapa impressions bisa menjadi sinyal awal yang sangat berharga.
Misalnya sebuah artikel baru mendapatkan:
17 impressions — 0 clicks — position 8
Data tersebut sebenarnya menarik.
Artinya halaman tersebut sudah mendapatkan kesempatan muncul di Google dan bahkan memiliki rata-rata posisi yang cukup tinggi untuk query tersebut.
Daripada langsung membuat artikel baru, pemilik website dapat mempertimbangkan untuk memperkuat artikel yang sudah mendapatkan sinyal tersebut.
Caranya bisa melalui penambahan informasi yang relevan, memperbaiki struktur artikel, menambahkan internal link, memperjelas search intent, dan membuat artikel pendukung.
Bagaimana Menentukan Keyword yang Harus Dikejar?
Setelah membuka tabel Queries, jangan langsung mengejar semua keyword.
Prioritaskan keyword yang memenuhi beberapa kondisi.
Pertama, keyword sudah mendapatkan impressions.
Kedua, posisinya mulai mendekati halaman pertama Google.
Ketiga, keyword tersebut masih relevan dengan topik website.
Keempat, keyword tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi artikel atau subtopik lain.
Misalnya terdapat keyword dengan posisi 8, 12, atau 15.
Keyword seperti ini menarik untuk dianalisis karena halaman website sudah cukup dekat dengan posisi atas.
Strateginya bukan selalu membuat artikel baru.
Terkadang justru lebih efektif mengoptimalkan halaman yang sudah ada.
Gunakan Data Keyword untuk Membuat Artikel Baru
Search Console juga dapat digunakan sebagai sumber ide konten.
Misalnya sebuah artikel awalnya dibuat dengan target keyword “SEO untuk pemula”.
Setelah beberapa minggu, ternyata Google menampilkan artikel tersebut untuk berbagai pencarian lain seperti:
- cara belajar SEO
- cara membuat website muncul di Google
- SEO untuk website baru
- cara mendapatkan trafik dari Google
- cara riset keyword
Keyword-keyword tersebut dapat menjadi sumber ide untuk artikel berikutnya.
Dengan demikian, kita tidak hanya membuat konten berdasarkan perkiraan.
Kita mulai membuat konten berdasarkan data pencarian nyata.
Inilah salah satu kelebihan SEO.
Jangan Terlalu Cepat Mengubah Artikel
Ketika menemukan keyword yang mulai mendapatkan impressions, jangan langsung mengubah seluruh artikel.
Google membutuhkan waktu untuk memahami, menguji, dan mengevaluasi sebuah halaman.
Lebih baik lakukan optimasi secara bertahap.
Periksa apakah isi artikel sudah menjawab search intent. Tambahkan informasi yang memang dibutuhkan pembaca. Buat internal link dari artikel lain yang relevan. Perbaiki judul jika memang kurang menarik dan pastikan halaman memiliki struktur yang jelas.
Setelah itu, pantau kembali performanya melalui Search Console.
Keyword adalah Peta untuk Mengembangkan Website
Pada akhirnya, data keyword bukan sekadar angka di Google Search Console.
Keyword merupakan petunjuk tentang apa yang sedang dicari oleh audiens.
Dari sana pemilik website dapat mengetahui artikel mana yang mulai berkembang, topik apa yang diminati pengguna, keyword mana yang berpotensi mendatangkan trafik, dan konten apa yang masih perlu diperkuat.
Karena itu, Google Search Console sebaiknya tidak hanya digunakan ketika website mengalami masalah.
Gunakan Search Console secara rutin sebagai alat untuk membaca perkembangan SEO.
Website yang terus memperhatikan data keyword akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun strategi konten yang semakin tepat.
Kesimpulannya, cara melihat keyword yang membawa pengunjung dari Google dapat dilakukan melalui Google Search Console pada menu Performance → Search results → Queries.
Dari sana kita dapat melihat clicks, impressions, CTR, dan average position untuk memahami bagaimana website ditemukan oleh pengguna Google.
Semakin sering data tersebut dianalisis, semakin mudah pula menentukan keyword mana yang harus dipertahankan, diperkuat, atau dikembangkan menjadi konten baru.
SEO pada akhirnya bukan hanya tentang menulis sebanyak mungkin artikel.
SEO adalah tentang memahami apa yang dicari orang, membuat konten yang relevan, kemudian menggunakan data untuk terus memperbaikinya.