Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan atau diagnosis sejak dini sangat penting agar diabetes dapat segera dikendalikan dan risiko komplikasi dapat dikurangi.
Lalu, bagaimana diabetes didiagnosis? Dokter tidak hanya mengandalkan gejala yang dirasakan pasien, tetapi juga melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Mengenali Gejala Awal
Langkah pertama dalam proses diagnosis adalah mengevaluasi keluhan yang dialami pasien. Beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan diabetes antara lain:
- Sering merasa haus.
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Mudah lapar.
- Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
- Mudah lelah.
- Penglihatan kabur.
- Luka yang sulit sembuh.
- Infeksi kulit yang sering kambuh.
Meski demikian, tidak semua penderita diabetes mengalami gejala tersebut. Banyak orang baru mengetahui dirinya menderita diabetes setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Pemeriksaan Gula Darah
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan meminta pasien menjalani pemeriksaan kadar gula darah. Beberapa jenis pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:
1. Gula Darah Puasa (GDP)
Tes ini dilakukan setelah pasien berpuasa selama minimal delapan jam. Pemeriksaan bertujuan mengukur kadar gula darah saat tubuh tidak menerima asupan makanan.
2. Gula Darah Sewaktu (GDS)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja tanpa harus berpuasa. Jika hasilnya sangat tinggi dan disertai gejala khas diabetes, dokter dapat mempertimbangkan diagnosis diabetes serta melakukan evaluasi lanjutan.
3. Tes HbA1c
Tes HbA1c menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir. Pemeriksaan ini banyak digunakan karena memberikan gambaran pengendalian gula darah dalam jangka panjang dan membantu menegakkan diagnosis maupun memantau terapi.
4. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
Pada tes ini, pasien diminta meminum larutan glukosa, kemudian kadar gula darah diukur sebelum dan beberapa waktu setelahnya. Pemeriksaan ini sering digunakan bila hasil tes sebelumnya belum memberikan kepastian atau untuk membantu mendeteksi diabetes gestasional pada ibu hamil.
Pemeriksaan Penunjang
Selain tes gula darah, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi pasien, seperti:
- Pemeriksaan tekanan darah.
- Pengukuran berat badan dan indeks massa tubuh (IMT).
- Pemeriksaan kolesterol dan lemak darah.
- Pemeriksaan fungsi ginjal.
- Pemeriksaan urine bila diperlukan.
Pemeriksaan tersebut membantu menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh dan mendeteksi kemungkinan komplikasi yang berkaitan dengan diabetes.
Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan?
Pemeriksaan diabetes dianjurkan bagi orang yang memiliki faktor risiko, seperti:
- Berusia 35 tahun ke atas atau sesuai anjuran dokter.
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
- Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes.
- Kurang aktif bergerak.
- Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
- Pernah mengalami diabetes saat hamil atau melahirkan bayi dengan berat badan besar.
Orang yang memiliki faktor risiko sebaiknya melakukan pemeriksaan secara berkala meskipun belum merasakan gejala.
Pentingnya Diagnosis Dini
Semakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan kadar gula darah melalui perubahan gaya hidup, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan bila diperlukan pengobatan. Diagnosis dini juga dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, serta gangguan penglihatan.
Penutup
Diagnosis diabetes dilakukan melalui kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium seperti gula darah puasa, gula darah sewaktu, HbA1c, serta tes toleransi glukosa oral. Pemeriksaan tersebut membantu dokter memastikan apakah seseorang menderita diabetes atau memiliki kondisi pradiabetes yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Jika Anda sering mengalami gejala yang mengarah pada diabetes atau memiliki faktor risiko penyakit ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi di kemudian hari.