Workshop Pesantren Rintisan Nasional di Banten, Kuota 500 Peserta Gratis

SERANG — Imam Jazuli Foundation bersama Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon akan menggelar Formal Workshop Pesantren Rintisan Nasional Provinsi Banten. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat dan pengelola lembaga pendidikan yang memiliki rencana atau keinginan mengembangkan pesantren.

Workshop tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Aston Serang Hotel & Convention Center, Banten. Kegiatan dimulai pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB.

Menariknya, panitia menyediakan kuota gratis untuk 500 peserta. Program tersebut ditujukan bukan hanya bagi pesantren yang sudah berjalan, tetapi juga bagi pihak yang memiliki aset maupun modal dan ingin mengembangkan lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Kegiatan ini menghadirkan KH. Imam Jazuli, Lc., MA, pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, sebagai salah satu tokoh utama dalam workshop tersebut. Pesantren Bina Insan Mulia sendiri ditampilkan dalam materi publikasi kegiatan bersama Pesantren Bina Insan Mulia 2 dan Pesantren Bina Insan Mulia 3 dengan positioning “The Center of Excellence.”

Terbuka untuk Tiga Kelompok Peserta

Berdasarkan informasi pada pamflet kegiatan, terdapat beberapa kelompok yang menjadi sasaran workshop.

REKOMENDASI BUKU DIGITAL
Buku Website Bukan Sekadar Pajangan karya Faizal Firmansyah

Website Bukan Sekadar Pajangan

Punya website atau blog? Pelajari cara memanfaatkan konten, SEO, dan internal link untuk menarik traffic serta membuka peluang penjualan dari aset digital Anda.

Pelajari Selengkapnya →

Panduan praktis bisnis online · Faizal Firmansyah

Pertama, pesantren yang saat ini memiliki jumlah santri di bawah 100 orang, tetapi mempunyai aset yang masih dapat dikembangkan. Kelompok ini dapat memperoleh perspektif mengenai bagaimana aset dan potensi yang tersedia dikembangkan menjadi bagian dari penguatan pesantren.

Kedua, masyarakat atau kelompok yang belum memiliki pesantren tetapi sudah mempunyai modal dan aset untuk membangun pesantren. Workshop ini dapat menjadi ruang awal untuk memahami berbagai aspek yang diperlukan dalam membangun lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital
PAKET 2 E-BOOK DIGITAL

Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital

Bingung memulai jualan produk digital? Dapatkan panduan utama beserta bonus Mesin Konten 30 Hari untuk membantumu merencanakan konten promosi secara lebih terstruktur.

  • 2 buku digital dalam 1 paket
  • Panduan dan materi praktik
  • File PDF yang bisa dibaca di HP
Rp64.000
Lihat Paket Buku Pelajari isinya dan mulai praktik sesuai kemampuanmu.

Ketiga, lembaga yang sudah memiliki lembaga pendidikan umum dan ingin melakukan migrasi atau integrasi dengan konsep pendidikan berbasis pesantren.

Dengan sasaran tersebut, workshop tidak semata-mata ditujukan kepada pengasuh pesantren yang sudah mapan. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi calon pengelola atau pihak yang sedang mempersiapkan pendirian pesantren.

Membahas Pengembangan Pesantren

Pengembangan pesantren pada saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik atau penambahan jumlah santri. Pengelolaan lembaga, model pendidikan, pemanfaatan aset, hingga penyusunan konsep kelembagaan menjadi bagian penting dalam membangun pesantren yang berkelanjutan.

Karena itu, workshop pesantren rintisan dapat menjadi forum bagi para peserta untuk mendapatkan gambaran mengenai tahapan dan berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum mengembangkan sebuah pesantren.

Kehadiran KH. Imam Jazuli sebagai pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Pengalaman Bina Insan Mulia dalam mengembangkan model pendidikan pesantren menjadi salah satu konteks yang menarik untuk dibagikan kepada peserta dari Banten.

Kegiatan ini sekaligus mempertemukan berbagai kalangan yang mempunyai perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam. Peserta yang berasal dari pesantren kecil, calon pendiri pesantren maupun lembaga pendidikan umum yang sedang mempertimbangkan integrasi sistem pesantren dapat mengikuti kegiatan dalam satu forum.

Peserta Mendapat Sejumlah Fasilitas

Selain kesempatan mengikuti workshop secara gratis, peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas yang tercantum dalam pamflet kegiatan.

Fasilitas tersebut meliputi snack dan makan, sertifikat, serta buku teknis manajemen pesantren. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengikuti sesi pertemuan, tetapi juga memperoleh materi pendukung yang dapat digunakan setelah kegiatan.

NGIKLANPEDIA EDITORIAL

Punya kiprah?
Bangun jejak digitalnya.

Editorial • Profil Tokoh • Digital Presence

Lihat Layanan Editorial →
Editorial Ngiklanpedia

Panitia menetapkan kuota sebanyak 500 peserta, sehingga calon peserta perlu melakukan pendaftaran sesuai mekanisme yang telah disediakan.

Informasi pendaftaran tercantum melalui QR code pada pamflet kegiatan. Panitia juga menyediakan narahubung yang dapat dihubungi untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Dua contact person yang tercantum adalah Ustaz Hasyim Asy’ari, S.Pd.I di nomor +62 855-2100-6000, serta Ustaz Abdurrohman, S.Pd.I di nomor +62 877-2008-0569. Berikut link pendaftaran yang perlu diisi oleh calon peserta : https://pesantrenbima.com/wpr2026/

Membangun Pesantren dari Potensi yang Ada

Pesantren rintisan memiliki tantangan tersendiri. Sebagian lembaga mungkin sudah mempunyai santri tetapi masih terbatas dalam pengelolaan aset dan pengembangan kelembagaan. Di sisi lain, ada pula masyarakat yang mempunyai lahan, aset atau modal tetapi belum memiliki pengalaman dalam membangun pesantren.

Forum seperti Workshop Pesantren Rintisan Nasional Provinsi Banten menjadi salah satu bentuk pertemuan yang mempertemukan dua kebutuhan tersebut: potensi yang tersedia dan pengetahuan mengenai pengelolaan pesantren.

Melalui kegiatan yang digelar di Aston Serang Hotel & Convention Center tersebut, Imam Jazuli Foundation dan Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon mengajak masyarakat Banten yang memiliki minat dalam pengembangan pendidikan pesantren untuk mengambil bagian.

Dengan kuota 500 peserta dan tanpa biaya pendaftaran, workshop ini ditujukan menjadi ruang belajar bersama bagi mereka yang ingin memulai, mengembangkan, maupun mengintegrasikan lembaga pendidikan dengan sistem pesantren. Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi momentum yang telah dijadwalkan untuk pertemuan tersebut, mulai pukul 12.30 hingga 17.00 WIB.

Tinggalkan komentar