SIM Malaysia Bisa Berlaku 10 Tahun, Statusnya Ternyata Berkaitan dengan Subsidi BBM

Malaysia memiliki kebijakan yang cukup menarik terkait surat izin mengemudi. Warga negaranya dapat memperpanjang Lesen Memandu Malaysia (LMM) hingga 10 tahun. Yang lebih menarik, status lisensi tersebut kini berkaitan langsung dengan akses terhadap subsidi bahan bakar RON95 melalui sistem BUDI MADANI RON95 atau BUDI95.

Informasi mengenai SIM Malaysia yang dapat berlaku hingga 10 tahun kembali menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Namun, kebijakan tersebut sebenarnya bukan aturan baru pada 2026. Pemerintah Malaysia telah memperkenalkan kebijakan perpanjangan lesen hingga maksimal 10 tahun pada Mei 2023.

Menteri Transportasi Malaysia saat itu, Anthony Loke, menjelaskan bahwa pemegang lesen dapat memperpanjang masa berlaku hingga 10 tahun dengan tarif khusus RM270. Tarif tersebut merupakan potongan dari biaya normal RM300. Dengan demikian, pemegang lesen membayar setara biaya sembilan tahun tetapi mendapatkan masa berlaku selama 10 tahun.

Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, RM270 berada di kisaran Rp1,1–1,2 juta, tergantung nilai tukar. Kebijakan tersebut ditujukan bagi warga negara Malaysia dan berbeda dengan ketentuan untuk warga negara asing.

Yang membuat persoalan lesen Malaysia semakin menarik adalah perubahan sistem subsidi bahan bakar yang mulai diterapkan pemerintah Malaysia pada 2025.

SIM Aktif Menjadi Syarat Subsidi RON95

Mulai 30 September 2025, Malaysia menerapkan sistem subsidi BBM bersasar bernama BUDI95. Melalui sistem tersebut, warga negara Malaysia berusia minimal 16 tahun yang memiliki MyKad dan lesen memandu aktif dapat membeli bensin RON95 dengan harga subsidi.

Pemerintah menetapkan harga subsidi RON95 sebesar RM1,99 per liter. Sementara itu, harga tanpa subsidi berada di sekitar RM2,60 per liter. Setiap warga negara yang memenuhi persyaratan mendapatkan kuota hingga 300 liter RON95 bersubsidi per bulan.

Artinya, keberadaan lesen memandu aktif bukan lagi sekadar persoalan administrasi berkendara. Status lesen juga menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan apakah seseorang dapat menikmati harga BBM bersubsidi.

Namun, perlu diluruskan bahwa subsidi tersebut tidak otomatis melekat pada kartu SIM.

Mekanismenya terintegrasi dengan identitas nasional Malaysia. Ketika membeli RON95 bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar, pengguna melakukan verifikasi menggunakan MyKad. Sistem kemudian mencocokkan data MyKad dengan data lesen memandu untuk memastikan kelayakan.

Kementerian Keuangan Malaysia bahkan meminta masyarakat memastikan nomor MyKad, nama, kelas dan jenis kendaraan yang tercatat pada lesen sudah benar. Data tersebut diperiksa silang karena MyKad menjadi dokumen yang dibaca oleh terminal pembayaran di stasiun minyak untuk mengesahkan kelayakan BUDI95.

Pemerintah juga menyediakan pilihan digital melalui sejumlah aplikasi dan dompet elektronik. Namun mekanisme dasarnya tetap sama: identitas pengguna diverifikasi oleh sistem BUDI95 untuk menentukan hak memperoleh harga subsidi.

Mengapa SIM yang Kedaluwarsa Menjadi Masalah?

Di sinilah muncul kaitan dengan informasi mengenai masa kedaluwarsa lesen.

Pemerintah Malaysia menetapkan bahwa warga negara yang memiliki lesen memandu aktif dapat memperoleh manfaat BUDI95 secara otomatis. Karena itu, masyarakat yang datanya menunjukkan lesen tidak aktif dapat mengalami masalah ketika melakukan pembelian RON95 bersubsidi.

Pemerintah bahkan meminta pemilik lesen memastikan lisensinya masih sah sebelum sistem BUDI95 diterapkan secara penuh. Pada tahap awal implementasi, sejumlah kegagalan transaksi memang dilaporkan berkaitan dengan lesen yang tidak aktif, cip MyKad yang tidak dapat dibaca, maupun penggunaan nomor identitas lama.

Dengan kata lain, memperpanjang lesen bukan hanya untuk tetap legal mengemudi, tetapi juga dapat berkaitan dengan kelayakan memperoleh harga BBM bersubsidi.

Hal ini berbeda dengan sistem subsidi BBM di Indonesia yang selama ini lebih dikenal masyarakat melalui mekanisme pendaftaran kendaraan dan verifikasi tertentu, termasuk penggunaan QR Code pada skema tertentu.

Malaysia Menghubungkan Identitas, SIM dan Subsidi

Sistem BUDI95 menunjukkan bagaimana pemerintah Malaysia mengintegrasikan beberapa basis data dalam satu mekanisme subsidi.

MyKad berfungsi sebagai identitas utama. Data lesen memandu digunakan untuk menentukan salah satu syarat kelayakan, sementara transaksi BBM dicatat melalui sistem pemerintah. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat mengarahkan subsidi langsung kepada warga negara yang memenuhi persyaratan.

Pada bulan pertama pelaksanaan BUDI95, pemerintah Malaysia melaporkan sebanyak 16,55 juta warga telah dinyatakan layak memperoleh harga subsidi RON95. Hingga akhir Oktober 2025, sekitar 13,1 juta orang telah melakukan transaksi BUDI95 dengan total pembelian 1,33 miliar liter RON95 bersubsidi. Pemerintah menyebut nilai subsidi yang disalurkan pada bulan pertama mencapai sekitar RM800 juta.

Pada Mei 2026, Kementerian Keuangan Malaysia bahkan mengeluarkan peringatan keras terkait penyalahgunaan MyKad untuk mendapatkan manfaat BUDI95. Penggunaan MyKad milik orang lain tanpa izin dapat dikenai sanksi berdasarkan peraturan kependudukan Malaysia.

Karena itu, informasi mengenai “SIM Malaysia berlaku 10 tahun” sebaiknya tidak dipahami sebagai kebijakan baru yang secara langsung memberikan subsidi BBM.

Kebijakan perpanjangan hingga 10 tahun sudah diperkenalkan sejak 2023. Yang relatif baru adalah bagaimana status lesen memandu aktif kemudian menjadi bagian dari sistem penyaluran subsidi RON95 melalui BUDI95.

Inilah yang membuat sistem Malaysia menarik: sebuah dokumen yang selama ini identik dengan hak mengemudi kini menjadi bagian dari ekosistem verifikasi untuk mendapatkan harga bahan bakar bersubsidi.

Tinggalkan komentar