KH Ali Ahmadi, MA., Al Hafidz merupakan salah satu tokoh yang kini mendapat posisi strategis di lingkungan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namanya tidak hanya dikenal dalam aktivitas kepartaian, tetapi juga memiliki latar belakang pendidikan dan tradisi keilmuan Islam yang kuat.
Dalam struktur DPP PKS periode 2025–2030, Ali Ahmadi dipercaya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama (BPUKB). Posisi tersebut membuatnya memiliki ruang kerja yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan keumatan sekaligus hubungan dengan berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama.
Di sejumlah kegiatan PKS, Ali Ahmadi juga dikenal dengan panggilan Kiai Ali Qurani (KAQ). Penyebutan tersebut menunjukkan identitasnya yang dekat dengan dunia keislaman dan pendidikan agama.
Latar Belakang Pesantren
Jejak pendidikan Ali Ahmadi memiliki keterkaitan dengan dunia pesantren. Dalam publikasi Fraksi PKS mengenai Lomba Baca Kitab Kuning, Ali Ahmadi disebut sebagai alumni Pesantren Raudlatul Ulum, Pati, Jawa Tengah. Ia juga tercatat sebagai salah satu dewan juri dalam Lomba Baca Kitab Kuning tingkat nasional yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI.
Pada ajang tersebut, Ali Ahmadi bersama sejumlah ulama dan akademisi pesantren menjadi bagian dari tim yang menilai kemampuan peserta dalam membaca dan memahami kitab kuning. Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam ruang pendidikan keislaman dan tradisi keilmuan pesantren.
Gelar akademik yang disandangnya adalah Prof. Dr. KH. Ali Ahmadi, MA., Al Hafidz. Dalam sejumlah publikasi lain, namanya juga ditulis sebagai KH Dr. Ali Ahmadi, Lc., M.A. Penyebutan gelar dalam berbagai sumber dapat berbeda, tetapi seluruhnya merujuk pada tokoh yang sama dalam struktur PKS.
Kiprah di DPP PKS
Keterlibatan Ali Ahmadi di PKS bukan merupakan hal baru. Pada 2021 dan 2022, misalnya, namanya sudah muncul dalam kegiatan Fraksi PKS yang berkaitan dengan pembinaan keislaman dan pesantren.
Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital
Bingung memulai jualan produk digital? Dapatkan panduan utama beserta bonus Mesin Konten 30 Hari untuk membantumu merencanakan konten promosi secara lebih terstruktur.
- 2 buku digital dalam 1 paket
- Panduan dan materi praktik
- File PDF yang bisa dibaca di HP
Dalam publikasi Fraksi PKS mengenai Lomba Baca Kitab Kuning 2021, Ali Ahmadi disebut sebagai Ketua Bidang Pembinaan Umat (BPU) DPP PKS sekaligus alumni Pesantren Raudlatul Ulum Pati. Pada kegiatan serupa tahun 2022, ia kembali tercatat sebagai bagian dari dewan juri.
Peran tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Ali Ahmadi di PKS memiliki keterkaitan erat dengan isu pembinaan umat, pendidikan Islam, ulama, dan pesantren.
Advertorial Pilihan
Informasi dan cerita menarik dari berbagai pihak.
Pesantren Bina Insan Mulia Buka Seleksi 2.500 Calon Santri Baru Tahun Ajaran 2027–2028, Ini Jadwal dan Lokasinya
11 Okt 2026
Cara Mendapatkan Penjualan di Lynk.id: Bukan Sekadar Mengumpulkan Klik
06 Okt 2026
Workshop Nasional Ibu Nyai dan Ning Nusantara Batch 2 di Banten, Gratis untuk 500 Peserta
24 Sep 2026Dalam struktur kepengurusan yang berjalan saat ini, bidang tersebut berkembang menjadi Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama (BPUKB). Dengan bidang tersebut, aktivitas Ali Ahmadi tidak hanya berhubungan dengan pembinaan internal umat, tetapi juga komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Aktif Bersilaturahmi dengan Tokoh Agama
Salah satu aktivitas terbaru Ali Ahmadi terlihat dalam kegiatan Silaturahmi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Jawa Timur yang digelar DPW PKS Jawa Timur di Surabaya pada Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Bersatu dalam Kebaikan, Harmoni dalam Keberagaman” dan menghadirkan sejumlah tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Ali Ahmadi hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Kerukunan Beragama DPP PKS. Dalam forum tersebut, ia secara khusus meminta nasihat dan masukan dari para kiai serta tokoh masyarakat mengenai bagaimana memperkuat silaturahmi dan membangun kedekatan PKS dengan masyarakat.
Menurut Ali Ahmadi, silaturahmi tidak cukup dilakukan sesekali. Hubungan dengan masyarakat perlu dijaga melalui komunikasi yang terus tersambung. Ia juga mendorong agar silaturahmi diwujudkan dalam kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan salah satu pendekatan yang ia bawa dalam menjalankan bidang pembinaan umat, yakni membangun komunikasi langsung dengan tokoh agama dan masyarakat.
Menyampaikan Pesan tentang Makna Ujian
Sebelumnya, Ali Ahmadi juga aktif dalam agenda silaturahmi tokoh agama dan masyarakat di Kepulauan Riau.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Batam pada 30 Agustus 2026, Ali Ahmadi menyampaikan pandangannya mengenai makna ujian dalam kehidupan. Ia mengajak masyarakat melihat persoalan dan tantangan sebagai bagian dari proses yang dapat membentuk manusia menjadi lebih kuat dan memiliki kemampuan menghadapi kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaitkan ujian kehidupan dengan pesan Al-Qur’an mengenai berbagai bentuk ujian yang dihadapi manusia.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kiprah Ali Ahmadi dalam menyampaikan pesan keagamaan di tengah masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai salah satu pengurus DPP PKS yang menangani bidang pembinaan umat dan kerukunan beragama.
Ali Ahmadi dan Peran Pembinaan Umat
Posisi Ali Ahmadi di DPP PKS menempatkannya pada bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya kalangan tokoh agama, ulama, dan berbagai kelompok keumatan.
Latar belakang pesantren, aktivitas dalam kegiatan keislaman, pengalaman di bidang pembinaan umat, serta keterlibatannya dalam forum bersama tokoh agama menjadi bagian dari perjalanan Ali Ahmadi di lingkungan PKS.
Dalam menjalankan perannya, ia terlihat membawa pendekatan yang menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi. Pada pertemuan dengan tokoh agama di Jawa Timur, misalnya, ia tidak hanya hadir untuk menyampaikan pesan, tetapi juga secara terbuka meminta nasihat dan masukan bagi PKS.
Bagi Ali Ahmadi, membangun hubungan dengan masyarakat tidak berhenti pada pertemuan formal. Komunikasi perlu terus dijaga dan diwujudkan melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dengan posisi sebagai Ketua Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama DPP PKS, kiprah Ali Ahmadi ke depan masih akan berkaitan erat dengan hubungan PKS dengan ulama, tokoh agama, pesantren, dan masyarakat luas.
Profilnya juga memperlihatkan bagaimana pengalaman pendidikan pesantren dan aktivitas keumatan menjadi bagian penting dari perjalanan seorang tokoh yang kini berada dalam struktur kepengurusan pusat PKS.