Kedatangan Palestine Convoy di Kota Konya, Turki, pada Selasa (4/8/2026) menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan konvoi solidaritas internasional menuju Palestina. Setelah menempuh perjalanan dari berbagai negara Eropa dan melintasi sejumlah kota di Turki, para peserta dijadwalkan menggelar Miting Akbar di kawasan Mevlana Kültür Merkezi (Open Air Sema Area).
Bagi sebagian orang, pemilihan lokasi tersebut mungkin terlihat sebagai keputusan teknis. Namun, jika menelusuri sejarah Konya, kawasan Mevlana memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Kota Tempat Jalaluddin Rumi Bersemayam
Konya dikenal sebagai kota tempat dimakamkannya Jalaluddin Rumi, ulama, penyair, sekaligus tokoh sufi besar abad ke-13 yang di Turki lebih dikenal dengan sebutan Mevlana. Kata Mevlana sendiri berasal dari bahasa Arab Mawlana yang berarti “guru kami” atau “pemimpin kami”, sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada Rumi oleh para muridnya.
Selama tinggal di Konya, Rumi mengajarkan nilai-nilai cinta kasih, perdamaian, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pemikirannya kemudian melahirkan tradisi Tarekat Mevlevi, yang dikenal luas melalui tarian darwis berputar (Sema), sebuah simbol perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah.
Lebih dari Sekadar Titik Persinggahan
Konya bukan hanya kota bersejarah, tetapi juga salah satu pusat kebudayaan Islam di Turki. Karena itu, dipilihnya kawasan Mevlana Kültür Merkezi sebagai lokasi miting Palestine Convoy dipandang memiliki makna simbolis.
Konvoi yang membawa pesan penghentian perang, penolakan terhadap pendudukan, dan solidaritas kemanusiaan seakan disandingkan dengan warisan pemikiran Mevlana yang mengajarkan kasih sayang dan perdamaian. Lokasi ini menjadi ruang yang menghubungkan nilai spiritual Islam dengan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Simbol Solidaritas Dunia Islam
Selain dikenal sebagai kota warisan Kesultanan Seljuk, Konya juga merupakan salah satu pusat masyarakat Muslim yang religius di Turki. Kehadiran ribuan warga dalam menyambut Palestine Convoy memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak hanya datang melalui jalur diplomasi, tetapi juga melalui gerakan masyarakat sipil.
Artikel sebelumnya :
Dengan memilih kawasan Mevlana sebagai titik puncak kegiatan di Konya, Palestine Convoy tidak hanya menggelar sebuah aksi solidaritas, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian yang diwariskan Jalaluddin Rumi tetap relevan dalam menjawab berbagai konflik kemanusiaan di era modern