Perjalanan Palestine Caravan menuju Palestina kini memasuki salah satu tahap penting. Setelah melintasi wilayah Turki dari Gaziantep, Şanlıurfa, Diyarbakır hingga Mardin, konvoi solidaritas untuk Palestina tersebut akhirnya bergerak menuju Irak melalui salah satu jalur perbatasan utama antara Turki dan Irak.
Perkembangan terbaru pada 12 Agustus 2026 menunjukkan bahwa Palestine Caravan telah memasuki wilayah Irak dan melanjutkan perjalanan melalui Dohuk, Erbil hingga Kirkuk.
Perjalanan ini menjadi perhatian karena konvoi tidak sekadar melintasi satu negara. Mereka membawa misi solidaritas internasional terhadap Palestina dengan menempuh perjalanan darat dari Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, menuju kawasan Palestina melalui Turki, Irak dan Yordania.
Melewati Ibrahim Khalil, Titik Penting Turki–Irak
Salah satu bagian penting dalam perjalanan mereka adalah Ibrahim Khalil, yang juga dikenal sebagai Habur Border Gate. Titik perbatasan ini berada di antara wilayah Silopi di Turki dan Zakho di wilayah Kurdistan Irak. Jalur tersebut melintasi Sungai Khabur dan merupakan salah satu jalur utama transportasi darat antara Turki dan Irak.
Dalam tayangan media sosial yang dipantau pada malam 11 Agustus, rombongan Palestine Convoy terlihat berada di kawasan perbatasan dan melakukan pemeriksaan terkait visa serta dokumen perjalanan sebelum melanjutkan perjalanan ke Irak.
Situasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karena perpindahan dari Turki ke Irak tentu membutuhkan proses pemeriksaan perbatasan dan dokumen masing-masing peserta.
Namun, informasi mengenai proses visa tersebut sebaiknya dipahami secara hati-hati. Tayangan media sosial memperlihatkan aktivitas pemeriksaan dan pengurusan dokumen, sementara informasi resmi mengenai posisi konvoi dapat dilihat melalui halaman Live Tracking Palestine Caravan.
Menurut pelacakan resmi, pada 10 Agustus konvoi tercatat berada di Habur Sınır Kapısı, sementara pada 11 Agustus tidak terdapat pemberhentian resmi yang tercantum dalam daftar perjalanan. Pada 12 Agustus, posisi konvoi kemudian tercatat sudah berada di Irak.
11 Agustus Menjadi Hari Jeda Sebelum Memasuki Irak
Tidak tercantumnya kota pemberhentian pada 11 Agustus cukup menarik. Sebelumnya konvoi telah bergerak cukup panjang melewati berbagai kota di Turki.
Rute perjalanan mereka di Turki mencakup Edirne, Istanbul, Sakarya, Ankara, Konya, Adana, Gaziantep, Şanlıurfa, Diyarbakır dan Mardin sebelum mencapai Habur.
Karena itu, tanggal 11 Agustus dapat dipandang sebagai fase jeda atau proses transisi sebelum perjalanan dilanjutkan ke Irak. Dari tayangan yang beredar, rombongan juga terlihat menjalani proses administrasi perbatasan sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Setelah proses tersebut, perkembangan pada 12 Agustus menunjukkan bahwa perjalanan kembali bergerak.
Palestine Caravan Sudah Berada di Dohuk, Irak
Informasi paling penting hari ini datang dari halaman resmi Live Tracking Palestine Caravan.
Dalam daftar perjalanan, pada 12 Agustus tercatat tiga titik di Irak:
Dohuk – Erbil – Kirkuk.
Dohuk tercatat sebagai titik nomor 19 dengan status “Convoy here”, kemudian Erbil sebagai titik nomor 20 dan Kirkuk sebagai titik nomor 21. Ketiganya berada dalam kategori perjalanan langsung atau direct transit.
Artinya, perjalanan Palestine Convoy kini sudah memasuki wilayah Irak dan tidak lagi berada di Turki.
Perkembangan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa proses perjalanan melalui perbatasan Turki–Irak telah dilewati.
Sebelumnya, pada 6 Agustus, keberadaan Palestine Caravan di Gaziantep juga telah didokumentasikan oleh Reuters. Konvoi tersebut dilaporkan berasal dari Sarajevo dan membawa pesan solidaritas terhadap Palestina serta perhatian terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.
Dari Irak Menuju Yordania
Setelah melewati Dohuk, Erbil dan Kirkuk, perjalanan berikutnya akan membawa rombongan menuju bagian tengah Irak.
Dalam rencana rute resmi, 13 Agustus mencantumkan Baghdad, Fallujah, Ramadi dan Tuleyha.
Kemudian pada 14 Agustus, konvoi dijadwalkan menuju Trebil Border Gate, yaitu titik perlintasan dari Irak menuju Yordania.
Jika perjalanan berjalan sesuai rencana, rombongan kemudian akan bergerak menuju Ruwaišhed pada 15 Agustus dan Amman pada 16 Agustus.
Tahap berikutnya adalah King Hussein Border, yang dalam jadwal resmi tercantum pada 17 Agustus sebagai titik penyeberangan Yordania menuju Palestina.
Sementara itu, Ramallah dijadwalkan menjadi tujuan pada 18 Agustus 2026.
Tentu saja, jadwal tersebut merupakan rencana perjalanan. Kondisi di lapangan, pemeriksaan perbatasan, izin perjalanan, kondisi keamanan, maupun persoalan administratif dapat menyebabkan perubahan waktu dan rute.
Mengapa Perjalanan Ini Menarik untuk Terus Dipantau?
Palestine Caravan menunjukkan bahwa perjalanan solidaritas internasional menuju Palestina bukanlah perjalanan sederhana.
Para peserta harus melewati banyak negara, pemeriksaan perbatasan, prosedur administratif dan perjalanan darat dalam jarak yang sangat panjang.
Perjalanan dari Sarajevo menuju kawasan Palestina membawa mereka melewati Balkan, Turki, Irak dan Yordania.
Pada saat ini, titik pentingnya sudah berubah. Jika beberapa hari sebelumnya perhatian tertuju pada Gaziantep dan Mardin, maka 12 Agustus menjadi momentum ketika Palestine Caravan resmi memasuki fase perjalanan di Irak.
Artikel sebelumnya :
Dohuk menjadi pintu awal perjalanan mereka di wilayah Irak, sebelum rombongan bergerak menuju Erbil dan Kirkuk.
Bagi masyarakat yang mengikuti perjalanan ini, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konvoi masih bergerak dan belum mencapai tujuan akhir.
Perjalanan menuju Palestina masih panjang.
Dari Irak mereka harus menuju perbatasan Yordania, kemudian melewati wilayah Yordania sebelum mencapai titik perlintasan menuju Palestina.
Karena itu, beberapa hari ke depan kemungkinan akan menjadi fase penting bagi Palestine Convoy.
12 Agustus 2026 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut: setelah melewati proses perbatasan di Ibrahim Khalil, Palestine Caravan kini berada di Irak dan terus bergerak menuju Palestina.
Perjalanan ini masih berlangsung dan perkembangan berikutnya layak untuk terus dipantau melalui informasi resmi penyelenggara serta laporan langsung dari lapangan.