Abdul Hadi Wijaya merupakan salah satu nama yang cukup lama mewarnai perjalanan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jawa Barat. Politisi yang akrab disapa Gus Ahad ini memiliki latar belakang yang menarik. Ia merupakan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), tetapi memilih jalur pengabdian politik melalui PKS.
Perjalanan tersebut bukan sekadar persinggahan politik. Abdul Hadi tercatat telah lama berkiprah dalam struktur PKS Jawa Barat dan pernah dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan partai. Ia juga dua kali terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, yakni untuk periode 2014–2019 dan 2019–2024.
Dua Periode di DPRD Jawa Barat
Karier Abdul Hadi di lembaga legislatif Jawa Barat dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Jabar periode 2014–2019 melalui PKS. Pada periode tersebut, ia mewakili daerah pemilihan yang mencakup Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang.
Lima tahun kemudian, Abdul Hadi kembali memperoleh kepercayaan masyarakat. Ia kembali terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat periode 2019–2024 dari PKS untuk daerah pemilihan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta. Namanya tercatat dalam daftar anggota DPRD Jabar yang dilantik pada 2019.
Pada periode keduanya, Abdul Hadi tercatat sebagai anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat. Profil resmi DPRD Jabar mencatat pendidikan terakhirnya pada jenjang magister dan menempatkannya dalam Komisi V, yang antara lain membidangi kesejahteraan rakyat. Ia juga tercatat sebagai anggota Badan Anggaran.
Kehadirannya di DPRD Jabar tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik praktis. Salah satu perhatian yang pernah ia soroti adalah pengembangan dunia pesantren.
Ketika kembali terpilih untuk periode kedua, Abdul Hadi menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan perhatian terhadap pesantren. Ia juga menyatakan dukungan terhadap penyelesaian regulasi mengenai pesantren serta mendorong pengembangan kewirausahaan di Jawa Barat.
Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital
Bingung memulai jualan produk digital? Dapatkan panduan utama beserta bonus Mesin Konten 30 Hari untuk membantumu merencanakan konten promosi secara lebih terstruktur.
- 2 buku digital dalam 1 paket
- Panduan dan materi praktik
- File PDF yang bisa dibaca di HP
Cicit KH Hasyim Asy’ari
Di luar perjalanan politiknya, latar belakang keluarga Abdul Hadi menjadi salah satu hal yang membuat sosoknya menarik untuk ditelusuri.
Abdul Hadi merupakan keturunan kelima KH Hasyim Asy’ari melalui jalur putri pertama sang ulama, Khairiyah Binti Hasyim. Dalam penjelasannya yang dimuat PKS, Abdul Hadi menerangkan bahwa dari Khairiyah kemudian lahir Abidah, yang merupakan neneknya. Abidah kemudian memiliki putri bernama Hamnah Machfudz, ibu Abdul Hadi.
Advertorial Pilihan
Informasi dan cerita menarik dari berbagai pihak.
Pesantren Bina Insan Mulia Buka Seleksi 2.500 Calon Santri Baru Tahun Ajaran 2027–2028, Ini Jadwal dan Lokasinya
11 Okt 2026
Cara Mendapatkan Penjualan di Lynk.id: Bukan Sekadar Mengumpulkan Klik
06 Okt 2026
Workshop Nasional Ibu Nyai dan Ning Nusantara Batch 2 di Banten, Gratis untuk 500 Peserta
24 Sep 2026Dengan demikian, hubungan genealogis tersebut bukan sekadar klaim yang beredar di masyarakat. PKS Jawa Barat juga memasukkan informasi tersebut dalam profil kepengurusan DPW PKS Jawa Barat. Dalam dokumen tersebut Abdul Hadi disebut sebagai dzurriyah atau keturunan langsung Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Hal ini menarik karena KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia dan merupakan tokoh utama di balik berdirinya Nahdlatul Ulama.
Namun, hubungan keluarga tersebut tidak membuat Abdul Hadi memilih jalur politik NU. Ia justru berkiprah dalam PKS, sebuah partai politik yang memiliki sejarah dan basis kaderisasi berbeda.
Berkiprah Sejak Awal PKS Jawa Barat
Perjalanan Abdul Hadi bersama PKS juga cukup panjang.
Dalam profil resmi DPTW PKS Jawa Barat, Abdul Hadi disebut termasuk orang yang telah terlibat sejak awal PKS Jawa Barat dideklarasikan pada 1998. Ia kemudian menjadi salah satu pengurus partai di tingkat Jawa Barat.
Pengalaman panjang tersebut membuat Abdul Hadi bukan hanya dikenal sebagai anggota legislatif, tetapi juga sebagai salah satu politisi senior PKS Jawa Barat.
Pada periode tertentu, ia bahkan dipercaya menduduki posisi Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat. Posisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitasnya di PKS tidak berhenti pada pencalonan legislatif, tetapi juga berkaitan dengan kerja organisasi dan kaderisasi partai.
Di sinilah perjalanan Abdul Hadi menjadi menarik. Ia memiliki hubungan genealogis dengan salah satu pendiri NU, tetapi menjalankan aktivitas politik melalui PKS. Identitas keluarga, pendidikan, pengalaman organisasi dan perjalanan politiknya kemudian bertemu dalam satu sosok yang dikenal dengan panggilan Gus Ahad.
Dari Pesantren hingga Politik Jawa Barat
Latar belakang keluarga Abdul Hadi yang berkaitan dengan tradisi pesantren juga terlihat dalam sejumlah perhatian politiknya.
Saat menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Jawa Barat, ia pernah melakukan silaturahmi dan menjaring aspirasi dari kalangan pesantren. Dalam periode keduanya, isu pengembangan pesantren kembali menjadi salah satu perhatian yang ingin diteruskannya.
Pada sisi lain, aktivitasnya sebagai anggota DPRD juga mencakup berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat. Profil resmi DPRD Jawa Barat mencatat keterlibatannya dalam Komisi V dan sejumlah kegiatan audiensi dengan masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah Abdul Hadi tidak hanya berada di level internal partai. Ia juga menjalankan fungsi representasi sebagai anggota legislatif Jawa Barat.
Sosok dengan Latar Belakang yang Tidak Biasa
Abdul Hadi Wijaya memiliki kombinasi latar belakang yang cukup unik dalam politik Indonesia.
Ia adalah cicit KH Hasyim Asy’ari, berasal dari keluarga yang memiliki hubungan dengan tradisi ulama dan pesantren, tetapi memilih berkarier melalui PKS. Di partai tersebut ia telah berkiprah sejak masa awal PKS Jawa Barat dan kemudian dipercaya menjadi pengurus tingkat provinsi.
Di jalur legislatif, ia juga berhasil mempertahankan kepercayaan pemilih dengan terpilih dua periode berturut-turut sebagai anggota DPRD Jawa Barat, mewakili wilayah Karawang dan Purwakarta.
Karena itu, nama Abdul Hadi Wijaya menarik bukan hanya karena hubungan keluarganya dengan KH Hasyim Asy’ari. Perjalanan politiknya menunjukkan bagaimana seseorang dengan latar belakang keluarga ulama dapat memilih jalur perjuangan politik yang berbeda dan kemudian membangun karier panjang bersama PKS.
Gus Ahad, demikian ia biasa disapa, menjadi salah satu contoh menarik dari persinggungan antara sejarah keluarga ulama, dunia pesantren, organisasi politik dan dinamika politik Jawa Barat