Dunia usaha Jawa Barat tidak hanya tumbuh melalui perusahaan-perusahaan besar. Di dalamnya terdapat banyak pengusaha yang membangun bisnis sekaligus aktif menciptakan jejaring, berbagi pengalaman, dan mendorong lahirnya generasi pengusaha baru. Salah satu sosok yang menarik untuk diperhatikan adalah Novi Setia Nurviat, pengusaha asal Kuningan yang telah cukup lama berkiprah di Kota Bandung dan aktif dalam berbagai organisasi dunia usaha.
Perjalanan Novi menarik bukan hanya karena posisi yang pernah dan sedang diembannya, tetapi juga karena proses panjang yang mengantarkannya dari kehidupan sederhana hingga menjadi pengusaha yang membangun perusahaan sekaligus aktif dalam berbagai komunitas dan organisasi.
Berawal dari Perjuangan dan Dunia Perdagangan
Novi Setia Nurviat lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 10 November 1989. Masa mudanya tidak berlangsung dalam kondisi serba mudah. Setelah menikah di usia muda, ia harus memikirkan kehidupan keluarga sekaligus menyelesaikan pendidikan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai kuliah, Novi pernah menjalani berbagai aktivitas perdagangan, termasuk berjualan sebagai pedagang kaki lima dan pedagang keliling. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Dari pengalaman itulah karakter bisnisnya terbentuk. Komitmen, konsistensi, keberanian mencoba, dan kemampuan membaca peluang menjadi modal yang terus dibawa dalam perjalanan berikutnya.
Di lingkungan kampus, Novi kemudian mulai menunjukkan kemampuan kepemimpinannya. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa, Ketua Umum Mahasiswa Penerima Beasiswa, serta terlibat dalam pembentukan dan kepengurusan HIPMI Perguruan Tinggi LPKIA.
Pengalaman organisasi tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi bagi kiprahnya di dunia usaha.
Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital
Bingung memulai jualan produk digital? Dapatkan panduan utama beserta bonus Mesin Konten 30 Hari untuk membantumu merencanakan konten promosi secara lebih terstruktur.
- 2 buku digital dalam 1 paket
- Panduan dan materi praktik
- File PDF yang bisa dibaca di HP
Membangun Inovindo dari Dunia Digital
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan Novi adalah berdirinya PT Inovindo Digital Media. Perusahaan tersebut bergerak di bidang teknologi informasi dan media digital.

Keterlibatannya di HIPMI dimulai sejak masa perguruan tinggi melalui HIPMI Perguruan Tinggi LPKIA. Dari sana, kiprahnya berkembang ke lingkungan organisasi pengusaha yang lebih luas.
Advertorial Pilihan
Informasi dan cerita menarik dari berbagai pihak.
Pesantren Bina Insan Mulia Buka Seleksi 2.500 Calon Santri Baru Tahun Ajaran 2027–2028, Ini Jadwal dan Lokasinya
11 Okt 2026
Cara Mendapatkan Penjualan di Lynk.id: Bukan Sekadar Mengumpulkan Klik
06 Okt 2026
Workshop Nasional Ibu Nyai dan Ning Nusantara Batch 2 di Banten, Gratis untuk 500 Peserta
24 Sep 2026Menurut profil resmi perusahaan, Inovindo berdiri di Bandung pada 10 November 2010 dan kini menyediakan berbagai layanan teknologi, termasuk pengembangan aplikasi berbasis website serta produksi video profil. Perusahaan tersebut juga menyebut telah menyelesaikan lebih dari 1.000 proyek untuk instansi pemerintah maupun perusahaan di dalam dan luar negeri.
Novi tercatat sebagai Founder & CEO PT Inovindo Digital Media. Profil profesionalnya juga menunjukkan bahwa ia telah memimpin perusahaan tersebut sejak 2010.
Menariknya, perjalanan Inovindo memperlihatkan bagaimana pengalaman membangun usaha dari skala kecil dapat berkembang menjadi perusahaan yang bergerak di sektor teknologi dan digital.
Di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin kuatnya ekonomi digital, pengalaman tersebut membuat Novi memiliki ruang untuk berbagi perspektif kepada pelaku UMKM maupun pengusaha muda yang sedang berusaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
HIPMI dan Pengalaman Membangun Jejaring Pengusaha
Dunia organisasi pengusaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Novi.
Keterlibatannya di HIPMI dimulai sejak masa perguruan tinggi melalui HIPMI Perguruan Tinggi LPKIA. Dari sana, kiprahnya berkembang ke lingkungan organisasi pengusaha yang lebih luas.
HIPMI sendiri menjadi salah satu ruang penting bagi pengusaha muda untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, membuka peluang kolaborasi, serta mengembangkan kapasitas kewirausahaan.
Dalam perjalanan berikutnya, Novi juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas dunia usaha. Namanya tercatat dalam jejaring HIPMI, Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA), serta sejumlah komunitas kewirausahaan.
Di HIPMI Jawa Barat sendiri, nama Novi tercantum dalam buku informasi anggota HIPMI Jabar sebagai anggota yang terkait dengan PT Inovindo Digital Media.
Bagi seorang pengusaha, jejaring seperti ini bukan sekadar persoalan struktur organisasi. Jejaring membuka ruang untuk mempertemukan gagasan, kebutuhan bisnis, pengalaman, serta peluang kolaborasi antarpelaku usaha.
Bersinggungan dengan Ekosistem KADIN Jawa Barat
Kiprah Novi juga bersentuhan dengan ekosistem Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Barat.
Pada 2026, Novi tercatat sebagai salah satu pengurus KADIN Jawa Barat dan tampil sebagai narasumber dalam sesi Ngobrol Bisnis pada Festival Rakyat Nusantara 2026 di Bandung. Tema yang dibahas berkaitan dengan bagaimana bisnis dapat bertahan, bertumbuh, dan beradaptasi di era digital.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan perhatian Novi terhadap persoalan yang dihadapi pelaku usaha, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan untuk terus beradaptasi.
Bagi UMKM, transformasi digital bukan hanya persoalan menggunakan media sosial atau membuat website. Lebih jauh, transformasi digital menyangkut cara membangun model bisnis, pemasaran, pelayanan pelanggan, serta bagaimana usaha dapat bertahan menghadapi perubahan.
Di titik inilah pengalaman Novi sebagai pengusaha teknologi menjadi relevan dengan kebutuhan ekosistem bisnis yang lebih luas.
Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Bisnis
Salah satu karakter yang terlihat dari perjalanan Novi adalah keterlibatannya dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kewirausahaan.
Selain dunia bisnis, Novi juga tercatat sebagai Founder & Owner Yayasan Daarul Adzkar. Profil profesionalnya menyebut yayasan tersebut bergerak dalam bidang pendidikan, pembinaan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga pernah mendirikan Komunitas Bisnis Kuningan pada 2017 sebagai wadah yang mempertemukan pelaku usaha dan membangun semangat kewirausahaan di daerah asalnya.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa bagi Novi, membangun usaha tidak berhenti pada pertumbuhan perusahaan sendiri. Ada perhatian terhadap bagaimana pengalaman, pengetahuan, dan jejaring dapat memberikan manfaat kepada orang lain.
Dari Pengusaha Muda hingga Pemberdayaan Ekonomi
Perjalanan Novi juga mendapatkan sejumlah pengakuan. Ia tercatat sebagai penerima ASEAN Youth Award pada 2017. Pada 2025, profil profesionalnya mencantumkan penghargaan atau amanah sebagai Duta Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Di luar dunia bisnis dan organisasi, Novi juga menulis buku berjudul Surga Titipan yang terbit pada 2025. Karya tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan personalnya, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas Novi tidak hanya berada di ruang bisnis.
Baca juga : Budi Ashari dan Kuttab Al-Fatih: Menghidupkan Kembali Gagasan Pendidikan Islam untuk Generasi Belia
Pada akhirnya, perjalanan Novi Setia Nurviat memperlihatkan sebuah proses yang cukup panjang: dari pedagang kaki lima dan pedagang keliling, menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi, kemudian membangun perusahaan teknologi, dan selanjutnya memperluas kiprah melalui berbagai organisasi serta jejaring pengusaha.
Mendorong Kolaborasi Pengusaha Jawa Barat
Jawa Barat memiliki jumlah pelaku UMKM dan pengusaha yang besar dengan karakter usaha yang sangat beragam. Tantangannya juga terus berubah, mulai dari akses pasar, pembiayaan, sumber daya manusia, hingga transformasi digital.
Dalam konteks tersebut, sosok seperti Novi memiliki posisi yang menarik karena berada di beberapa ruang sekaligus: sebagai pengusaha, praktisi teknologi, anggota organisasi pengusaha, dan penggerak komunitas.
Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk mempertemukan berbagai pihak dan membuka ruang kolaborasi antara pengusaha senior, pengusaha muda, komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku UMKM.
Bagi Jawa Barat, membangun ekosistem bisnis tentu tidak cukup hanya dengan melahirkan perusahaan baru. Dibutuhkan pula jejaring yang memungkinkan para pelaku usaha saling belajar, bertukar pengalaman, dan membuka peluang bersama.
Baca juga : Sudah Punya Produk Digital, Tapi Tidak Ada yang Beli? Ini 7 Penyebabnya
Perjalanan Novi Setia Nurviat menjadi salah satu contoh bagaimana seorang pengusaha dapat berkembang bersama organisasi dan komunitas yang diikutinya.
Dari perjalanan tersebut, satu hal yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana pengalaman pribadi, dunia bisnis, organisasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat bertemu dalam satu perjalanan.
Bagi generasi pengusaha muda Jawa Barat, perjalanan semacam ini menunjukkan bahwa membangun bisnis bukan hanya tentang menciptakan keuntungan. Ada pula proses membangun manusia, jejaring, kepercayaan, dan ekosistem yang memungkinkan semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk tumbuh.