Muslih Abdul Karim dan Konsep Hisbah dalam Penegakan Disiplin PKS

Nama Muslih Abdul Karim kembali muncul dalam sejumlah agenda internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terutama setelah dirinya dipercaya menjadi Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS periode 2025–2030. Posisi tersebut menempatkan Muslih pada salah satu lembaga penting dalam struktur partai yang berkaitan dengan pertimbangan syariah, kode etik, disiplin organisasi, serta pembinaan kader.

Peran tersebut memperluas jejak Muslih Abdul Karim yang selama ini lebih dikenal sebagai pendakwah, pengajar tafsir dan tokoh pendidikan Al-Qur’an. Dalam perkembangan terbaru, gagasannya mengenai disiplin organisasi terlihat dalam berbagai kegiatan Dewan Syariah PKS di sejumlah daerah.

Salah satu yang menarik adalah pembahasan mengenai hisbah dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penegakan Disiplin Partai yang diselenggarakan Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Sulawesi Tengah pada September 2026.

Muslih Abdul Karim dan Makna Hisbah

Dalam kegiatan tersebut, Muslih Abdul Karim menyampaikan bahwa penegakan disiplin tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian sanksi terhadap kader yang melakukan pelanggaran. Konsep yang digunakan lebih luas, yakni hisbah, yang dalam tradisi Islam berkaitan dengan upaya mendorong kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Dalam konteks organisasi, pendekatan tersebut dapat dipahami sebagai mekanisme untuk menjaga agar perilaku anggota tetap berada dalam koridor nilai dan aturan yang telah disepakati bersama.

REKOMENDASI BUKU DIGITAL
Buku Website Bukan Sekadar Pajangan karya Faizal Firmansyah

Website Bukan Sekadar Pajangan

Punya website atau blog? Pelajari cara memanfaatkan konten, SEO, dan internal link untuk menarik traffic serta membuka peluang penjualan dari aset digital Anda.

Pelajari Selengkapnya →

Panduan praktis bisnis online · Faizal Firmansyah

Karena itu, penegakan disiplin tidak hanya dipandang sebagai proses menghukum seseorang setelah melakukan kesalahan. Ada unsur pembinaan, nasihat, perbaikan dan upaya menjaga keberlangsungan organisasi.

Pendekatan semacam ini menjadi relevan ketika organisasi politik memiliki jumlah kader yang besar dengan latar belakang, pengalaman dan persoalan yang beragam.

Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital
PAKET 2 E-BOOK DIGITAL

Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital

Bingung memulai jualan produk digital? Dapatkan panduan utama beserta bonus Mesin Konten 30 Hari untuk membantumu merencanakan konten promosi secara lebih terstruktur.

  • 2 buku digital dalam 1 paket
  • Panduan dan materi praktik
  • File PDF yang bisa dibaca di HP
Rp64.000
Lihat Paket Buku Pelajari isinya dan mulai praktik sesuai kemampuanmu.

Muslih menempatkan proses tersebut dalam kerangka amar ma’ruf nahi munkar, sehingga disiplin organisasi tidak berdiri sendiri sebagai aturan administratif, tetapi juga memiliki dimensi moral dan keagamaan.

Disiplin sebagai Bagian dari Tata Kelola Organisasi

Posisi Dewan Syariah Pusat membuat Muslih Abdul Karim tidak hanya berbicara mengenai persoalan keagamaan dalam pengertian umum. DSP juga memiliki fungsi memberikan pertimbangan kesyariahan, menyusun landasan syariah bagi sejumlah aturan dan kode etik partai, serta terlibat dalam persoalan yang berkaitan dengan disiplin dan etika organisasi.

ADVERTORIAL

Advertorial Pilihan

Informasi dan cerita menarik dari berbagai pihak.

Lihat Semua Advertorial →

Karena itu, kegiatan penegakan disiplin menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola internal.

Pada Mei 2026, misalnya, Muslih juga menyampaikan pentingnya penegakan disiplin yang konsisten dalam kegiatan DSW PKS Jawa Tengah. Beberapa bulan kemudian, DSP PKS menyelenggarakan Training for Trainers Bimteknas Penegakan Disiplin Partai pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme penegakan disiplin hingga tingkat wilayah.

Dalam konteks ini, Muslih Abdul Karim berada pada posisi yang cukup strategis. Ia tidak hanya menyampaikan pandangan keagamaan, tetapi juga terlibat dalam proses membangun pemahaman organisasi mengenai bagaimana aturan dan etika dijalankan.

Dari Dakwah ke Dunia Organisasi

Perjalanan Muslih Abdul Karim sebenarnya memiliki akar yang lebih panjang daripada keterlibatannya dalam struktur Dewan Syariah PKS.

Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki latar belakang pendidikan keislaman dan tafsir. Namanya juga berkaitan erat dengan aktivitas pendidikan dan kaderisasi dai.

NGIKLANPEDIA EDITORIAL

Punya kiprah?
Bangun jejak digitalnya.

Editorial • Profil Tokoh • Digital Presence

Lihat Layanan Editorial →
Editorial Ngiklanpedia

Salah satu jejak pentingnya adalah Baitul Qur’an Indonesia. Sejarah Pesantren Baitul Qur’an Subang menyebut bahwa program kaderisasi dai hafizh Al-Qur’an mulai dibina oleh Muslih Abdul Karim pada 2004 di Depok. Program tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan pendidikan Baitul Qur’an.

Jejak tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Muslih sejak awal tidak hanya berada di ruang ceramah, tetapi juga menyentuh persoalan pendidikan, kaderisasi dan pembentukan sumber daya manusia.

Karena itu, ketika kemudian ia berada di Dewan Syariah Pusat PKS dan berbicara mengenai disiplin kader, terdapat kesinambungan tema: pendidikan, pembinaan dan pembentukan karakter.

Gaya Dakwah Muslih Abdul Karim

Aktivitas dakwah Muslih juga menjadi objek penelitian akademik.

Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung pernah memuat penelitian mengenai retorika tablig KH. Muslih Abdul Karim pada kanal YouTube Baitul Quran Indonesia. Penelitian tersebut menganalisis gaya bahasa, gaya suara dan gaya gerak yang digunakan Muslih dalam menyampaikan materi dakwah.

Temuan penelitian tersebut menunjukkan adanya penggunaan teknik retorika tertentu, termasuk repetisi dan antitesis dalam gaya bahasa serta pengaturan volume, irama, nada dan jeda ketika menyampaikan pesan.

Kajian tersebut menarik karena menunjukkan bahwa kiprah Muslih Abdul Karim dapat dilihat bukan hanya dari posisi organisasionalnya, tetapi juga dari cara ia menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat.

Dengan demikian, terdapat setidaknya tiga bidang yang melekat pada perjalanan Muslih Abdul Karim: dakwah, pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan organisasi.

Hisbah dan Masa Depan Organisasi

Pembicaraan mengenai hisbah menjadi menarik karena mempertemukan aspek keagamaan dengan kebutuhan praktis sebuah organisasi.

Organisasi yang memiliki banyak anggota membutuhkan aturan. Namun aturan saja tidak selalu cukup. Diperlukan pula mekanisme pembinaan agar anggota memahami alasan di balik aturan tersebut.

Dalam kerangka yang disampaikan Muslih Abdul Karim, penegakan disiplin tidak berhenti pada pertanyaan siapa yang melanggar dan apa sanksinya. Ada pertanyaan yang lebih luas: bagaimana seseorang dapat diperbaiki, bagaimana kesalahan dapat dicegah dan bagaimana organisasi tetap berjalan dengan nilai yang menjadi dasar pendiriannya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu gagasan yang dibawa Muslih dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat PKS.

Perjalanan Muslih Abdul Karim pun menunjukkan perkembangan yang menarik. Dari dunia pendidikan Al-Qur’an dan kaderisasi dai, ia kemudian semakin dikenal dalam ruang dakwah dan organisasi. Kini, sebagai Ketua DSP PKS periode 2025–2030, gagasan mengenai syariah, etika dan disiplin menjadi bagian penting dari tanggung jawabnya.

Bagi publik yang ingin mengenal Muslih Abdul Karim lebih jauh, kiprahnya tidak cukup dilihat hanya dari satu posisi. Jejaknya berada di persimpangan antara dakwah, pendidikan Islam, tafsir, kaderisasi dan tata kelola organisasi.

Perkembangan aktivitas Dewan Syariah PKS sepanjang 2026 menunjukkan bahwa peran tersebut masih terus berjalan. Dan konsep hisbah yang ia sampaikan dalam agenda penegakan disiplin memberikan salah satu gambaran mengenai bagaimana nilai-nilai keagamaan diterjemahkan ke dalam kehidupan organisasi.

Tinggalkan komentar