Diabetes Sering Tidak Disadari: 7 Tanda Awal yang Perlu Diperhatikan

Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Terutama pada diabetes tipe 2, seseorang bisa saja tetap merasa sehat dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa meskipun kadar gula darahnya sudah meningkat.

Kondisi inilah yang membuat diabetes sering baru diketahui setelah seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan atau ketika kadar gula darah sudah cukup tinggi hingga menimbulkan berbagai keluhan.

Mengenali beberapa tanda awal dapat membantu seseorang lebih waspada. Namun, perlu diingat bahwa gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami diabetes. Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan medis, terutama pemeriksaan kadar glukosa darah.

1. Sering merasa haus

Salah satu tanda yang dapat muncul ketika kadar gula darah meningkat adalah rasa haus yang lebih sering dari biasanya.

Ketika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga seseorang menjadi lebih mudah merasa haus.

REKOMENDASI BUKU DIGITAL
Buku Website Bukan Sekadar Pajangan karya Faizal Firmansyah

Website Bukan Sekadar Pajangan

Punya website atau blog? Pelajari cara memanfaatkan konten, SEO, dan internal link untuk menarik traffic serta membuka peluang penjualan dari aset digital Anda.

Pelajari Selengkapnya →

Panduan praktis bisnis online · Faizal Firmansyah

Jika rasa haus terus-menerus muncul tanpa alasan yang jelas, terutama jika disertai sering buang air kecil, kondisi tersebut layak diperhatikan.

2. Lebih sering buang air kecil

Sering buang air kecil, terutama pada malam hari, juga dapat menjadi tanda yang berkaitan dengan kadar gula darah tinggi.

Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital
PAKET 2 E-BOOK DIGITAL

Buku Pintar 30 Hari Berjualan Produk Digital

Bingung memulai jualan produk digital? Dapatkan panduan utama beserta bonus Mesin Konten 30 Hari untuk membantumu merencanakan konten promosi secara lebih terstruktur.

  • 2 buku digital dalam 1 paket
  • Panduan dan materi praktik
  • File PDF yang bisa dibaca di HP
Rp64.000
Lihat Paket Buku Pelajari isinya dan mulai praktik sesuai kemampuanmu.

Ketika glukosa dalam darah meningkat melewati kemampuan ginjal untuk menyerapnya kembali, sebagian glukosa akan dikeluarkan melalui urine. Air ikut tertarik sehingga volume urine meningkat.

Namun, sering buang air kecil juga memiliki banyak penyebab lain. Karena itu, keluhan ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami diabetes.

ADVERTORIAL

Advertorial Pilihan

Informasi dan cerita menarik dari berbagai pihak.

Lihat Semua Advertorial →

3. Mudah merasa lapar

Sebagian penderita diabetes dapat mengalami rasa lapar yang lebih sering meskipun sudah makan.

Hal ini berkaitan dengan cara tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Pada diabetes tipe 2, tubuh dapat mengalami resistensi insulin sehingga glukosa tidak digunakan secara efektif oleh sel.

Akibatnya, seseorang bisa tetap merasa lapar meskipun tubuh sebenarnya memiliki cukup asupan makanan.

4. Mudah lelah

Rasa lelah yang berlangsung terus-menerus juga perlu diperhatikan.

Glukosa merupakan salah satu sumber energi utama tubuh. Ketika pemanfaatan glukosa terganggu, seseorang dapat merasa kurang bertenaga meskipun sudah tidur dan makan dengan cukup.

Tentu saja, kelelahan memiliki banyak kemungkinan penyebab, mulai dari kurang tidur, stres, anemia hingga berbagai kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, kelelahan saja tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami diabetes.

NGIKLANPEDIA EDITORIAL

Punya kiprah?
Bangun jejak digitalnya.

Editorial • Profil Tokoh • Digital Presence

Lihat Layanan Editorial →
Editorial Ngiklanpedia

5. Penglihatan menjadi kabur

Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan jaringan pada mata sehingga penglihatan seseorang dapat menjadi kabur.

Pada sebagian orang, perubahan tersebut dapat bersifat sementara. Namun, gangguan penglihatan yang baru muncul atau terus berulang sebaiknya tidak diabaikan.

Jika penglihatan tiba-tiba mengalami perubahan yang signifikan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

6. Luka lebih sulit sembuh

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi pembuluh darah dan saraf. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses penyembuhan luka.

Luka kecil yang biasanya cepat membaik dapat menjadi lebih sulit sembuh pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol.

Karena itu, luka pada kaki atau bagian tubuh lainnya yang tidak kunjung membaik perlu mendapatkan perhatian, terutama jika disertai mati rasa atau kesemutan.

7. Sering mengalami kesemutan atau mati rasa

Kesemutan atau mati rasa, terutama pada tangan dan kaki, dapat terjadi pada diabetes yang berlangsung lama akibat kerusakan saraf yang berkaitan dengan kadar gula darah tinggi.

Gejala ini biasanya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, seseorang mungkin hanya merasakan kesemutan ringan atau sensasi seperti tertusuk jarum.

Namun, kesemutan juga dapat disebabkan oleh banyak kondisi lain. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Jangan menunggu gejala semakin berat

Salah satu masalah terbesar diabetes tipe 2 adalah seseorang dapat tidak menyadari kondisinya selama bertahun-tahun. Karena itu, pemeriksaan gula darah menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, riwayat keluarga diabetes, tekanan darah tinggi, atau pernah mengalami kadar gula darah tinggi sebelumnya.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui beberapa jenis tes, termasuk gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan HbA1c. Tenaga kesehatan dapat menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai berdasarkan kondisi seseorang.

Yang juga penting, jangan mencoba mendiagnosis diabetes hanya berdasarkan satu gejala. Sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, atau mudah lelah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Pada akhirnya, diabetes tidak selalu datang dengan tanda yang dramatis. Justru karena gejalanya dapat ringan atau bahkan tidak terasa, pemeriksaan menjadi salah satu cara penting untuk mengetahuinya lebih awal.

Semakin cepat seseorang mengetahui kondisi gula darahnya, semakin cepat pula langkah untuk memperbaiki pola hidup dan mendapatkan penanganan yang sesuai dapat dilakukan.

Tinggalkan komentar